A. Biologi Sebagai Ilmu
Sains (science) berasal dari kata Latin scientia
yang artinya pengetahuan. Sains merujuk pada sistem untuk mendapatkan
pengetahuan melalui pengamatan & eksperimen serta berbagai bidang ilmu yang
bersifat ilmiah.
Ilmu pengetahuan lahir dari suatu rangkaian
aktivitas akal manusia yang disusun secara
sistematis. Semua yang dinamakan ilmu
pengetahuan selalu memiliki syarat-syarat atau ciri-ciri tertentu.
Sifat dan ciri ilmu tersebut adalah memiliki objek,
menggunakan metode, sistematis, universal, objektif, analitis, rasional,
empiris dan akumulatif.
Memiliki Objek
Setiap ilmu
umumnya membatasi diri pada segi kajian tertentu. Misalnya matematika mengkaji
pada objek angka-angka, fisika pada objek benda-benda fisik, kimia berupa zat-zat penyusun dan reaksi
yang terjadi, dan biologi memfokuskan pada objek
makhluk hidup yang ada maupun yang pernah ada di dunia ini.
2.
Memiliki Metode
Berkembangnya
ilmu pengetahuan tidak dapat terjadi secara kebetulan ataupun asal-asalan, melainkan mengikuti metode tertentu. Dalam mempelajari obyek kajian biologi
digunakan metode ilmiah untuk menemukan kebenaran. Ilmu yang dikembangkan
dengan menggunakan metode ini kebenarannya diakui secara ilmiah.
3.
Bersifat Sistematis
Agar mudah
dikaji, ilmu pengetahuan harus tersusun mulai yang sederhana menuju yang lebih
kompleks. Konsep yang mendasari harus mengandung
hubungan sedemikian rupa yang saling mendukung dan bukan saling
bertentangan.
Contoh:
Dalam biologi kita belajar sel – jaringan – organ –
sistem organ – organisme.
4.
Bersifat Universal
Kebenaran yang
disajikan dalam ilmu pengetahuan harus berlaku secara umum. Dalam biologi,
hukum-hukum atau kaidah ilmu yang ada juga berlaku secara umum.
Misalnya:
Kaidah tentang
reproduksi generatif merupakan cara reproduksi organisme yang harus didahului
dengan peleburan dua sel (gamet jantan dan betina).
5.
Bersifat Objektif
Pernyataan dalam suatu ilmu pengetahuan harus bersifat jujur, yaitu menggambarkan kondisi apa adanya, mengandung data atau
informasi yang sebenarnya, bebas dari prasangka, kesenjangan, atau kepentingan
pribadi.
6.
Bersifat Analitis
Kajian dari
sebuah ilmu akan menuju hal-hal yang lebih khusus seperti bagian, sifat,
peranan dan berbagai hubungan. Contohnya biologi mempunyai cabang zoologi, botani, fisiologi, anatomi,
genetika, dan embriologi.
7.
Bersifat Rasional
Sains
merupakan hasil kegiatan berfikir secara logis dengan menggunakan nalar (rasio)
yang hasilnya dapat diterima oleh akal sehat.
8. Bersifat Empiris
Sains dapat
dibuktikan dengan pengamatan, penelitian atau eksperimen.
9. Bersifat Akumulatif
Sains dapat
dibentuk berdasarkan teori lama yang disempurnakan, ditambah atau diperbaiki
sehingga semakin sempurna.
10.
Bersifat
Verifikatif
Kebenaran dalam sebuah ilmu bukanlah bersifat mutlak
tetapi bersifat terbuka atau verifikatif yang juga dikenal dengan kebenaran
ilmiah.
Artinya, sesuatu yang semula dianggap benar suatu
saat mungkin menjadi salah bila
ditemukan bukti-bukti baru yang menentang kebenaran sebelumnya.
Masih ingat dengan teori Generatio Spontanea yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati? Louis
Pasteur berhasil menemukan bukti baru melalui percobaannya, sehingga tumbanglah
teori tersebut dan berlakulah teori Biogenesis (makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya) yg sampai
saat ini dipakai.
B.
Cabang-Cabang Ilmu Biologi
Biologi
terdiri dari dua suku kata yaitu Bios berarti Hidup & Logos
berarti Ilmu. Jadi biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup
(organisme) baik yang bersifat makrokopis maupun mikrokopis.
Ruang lingkup
biologi yang makin meluas, menuntut para ahli biologi untuk membuat
pengkhususan kajian sesuai pada objeknya yang lebih mendalam sehingga
memberikan manfaat yang semakin besar bagi kehidupan pada umumnya.
Pengkhususan
kajian yang mendalam ini menghasilkan berbagai cabang ilmu biologi yang semakin
hari semakin banyak.
Berikut ini merupakan tabel cabang-cabang ilmu
biologi.
No
|
Cabang Ilmu
|
Objek yang dikaji
|
1.
|
Anatomi
|
Ilmu yang mempelajari tentang struktur & bagian tubuh makhluk hidup
|
2.
|
Anestesi
|
Ilmu yang mempelajari tentang
pembiusan atau penghilangan rasa sakit
|
3.
|
Bakteriologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang bakteri
|
4.
|
Bioteknologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang teknik pemanfaatan organisme untuk
menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi manusia
|
5.
|
Botani
|
Ilmu yang mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan
|
6.
|
Ekologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara makhluk hidup dengan
sesamanya & makhluk hidup dengan lingkungannya
|
7.
|
Embriologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang pertumbuhan dan perkembangan embrio
|
8.
|
Entomologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang serangga
|
9.
|
Evolusi
|
Ilmu yang mempelajari tentang asal usul makhluk hidup & berbagai
perubahan yang terjadi secara perlahan-lahan di bumi
|
10.
|
Etologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku makhluk hidup
|
11.
|
Fisiologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang fungsi alat tubuh makhluk hidup
|
12.
|
Genetika
|
Ilmu yang mempelajari tentang cara pewarisan sifat keturunan
|
13.
|
Higiene
|
Ilmu yang mempelajari tentang berbagai usaha manusia untuk sehat
|
14.
|
Histologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang jaringan tubuh
|
15.
|
Imunologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan tubuh
|
16.
|
Mikologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang jamur (fungi)
|
17.
|
Mikrobiologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang organisme kecil
|
18.
|
Morfologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang bentuk dan struktur makhluk hidup
|
19.
|
Ornitologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang hewan golongan aves
|
20.
|
Paleontologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang kehidupan hewan & tumbuhan masa
lampau yang telah menjadi fosil
|
21.
|
Patologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang organisme parasit penyebbab penyakit
(patogen)
|
22.
|
Filogeni
|
Ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara kelompok organisme
berdasarkan proses evolusi
|
23.
|
Taksonomi
|
Ilmu yang mempelajari tentang penanaman & pengelompokan makhluk
hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan cirinya
|
24.
|
Teratologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang kelainan atau cacat embrio dalam
kandungan
|
25.
|
Virologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang virus
|
26.
|
Zoologi
|
Ilmu yang mempelajari tentang beranekaragaman hewan
|
C.
Ciri-Ciri Makhluk Hidup
- Membutukan Nutrisi
Setiap makhluk
hidup membutukan nutrisi. Bentuk dari nutrisi tergantung dari jenis makhluk
hidup. Tumbuhan membutukan nutrisi berupa zat organik (zat yang tersusun atas
senyawa karbon kompleks), sedangkan jamur, protista, avertebrata, vertebrata
membutukan nutrisi berupa zat anorganik (zat yang tersusun dari zat organik
terutama melalui proses fotosintesi).
- Transpor Sel
Nutrisi,
oksigen dan zat lain yang diperlukan makhluk hidup harus diangkut menuju ke sel
yang memerlukan, sedangkan karbondioksida & sisa metabolisme harus
dikeluarkan.
- Respirasi atau Bernapas
Merupakan
proses pemecahan zat organik (karbohidrat, lemak, protein) menjadi zat
anorganik (CO2). Jadi, tujuan utama respirasi adalah menghasilkan
energi.
Berdasarkan
kebutuhan oksigen, respirasi dibagi menjadi respirasi aerob (membutukan O2
& anaerob (fermentasi) tdk membutuhkan O2.
- Metabolisme
Proses reaksi kimia yang dibantu oleh enzim. Metabolisme dibedakan
menjadi dua reaksi, yaitu:
o
Reaksi katabolisme (proses pembongkaran zat organik
kompleks menjadi zat organik sederhana, mis:
karbhidrat menjadi glukosa, lemak menjadi asam lemak, glukosa menjadi
CO2 & H2O, proein menjadi NH3, CO2 & H2O).
o
Reaksi anabolisme (proses penyusunan senyawa
kompleks/organik dari senyawa sederahan menggunakan energi, mis: pembentukan
lemak, protein, & zat organik kompleks seperti karbohidrat, vitamin).
- Ekskresi (pengeluaran)
- Pertumbuhan & Perkembangan
- Reproduksi (menghasilkan keturunan)
- Pekah terhadap rangsangan (regulasi atau iritabilitas)
- Adaptasi (penyesuaian diri) = waktu pendek disebut toleransi, waktu
panjang disebut adaptasi)
D.
Objek dan Ragam Permasalahan Biologi
- Objek Biologi pada Tingkat Organisasi Kehidupan
Struktur
organisasi kehidupan dapat disusun sebagai berikut: organisasi tingkat molekul
– sel – jaringan – organ – sistem organ – individu atau organisme – populasi –
komunitas – ekosistem – Bioma – biosfer.
1)
Organisasi tingkat molekul
Organisasi tingkat molekul adalah organisasi kehidupan pada tingkat paling rendah
karena materi penyusunnya hanya terdiri atas
asam nukleat, yaitu Asam Deoksi Ribonukleat (DNA) atau Asam Ribonukleat (RNA)
dan protein.
Pada umumnya
tubuh organisme mengandung molekul yang tersusun dari atom karbon (C), hidrogen
(H), Oksigen (O) dan nitrogen (N).
2)
Organisasi tingkat sel
Tiap makhluk hidup terdiri dari sel. Teori ini disebut teori sel, dikembangkan oleh
Schleiden (1804 – 1881) dan Schwann (1810 – 1892).
Keduanya berkebangsaan Jerman.
Berdasarkan
ada tidaknya membran inti sel, maka sel dibedakan menjadi 2, yaitu:
o Sel Prokariotik (tidak memiliki membran inti)
Contoh: bakteri (Bacteria) & Sianobakteri (Cyanobacteria).
o Sel Eukariotok memiliki
membran inti.
Contoh : Pada sel tumbuhan, sel hewan, fungi
dan protista.
Amoeba dan
Paramaecium yang hanya terdiri atas sebuah sel tergolong organisme bersel
tunggal atau uniseluler, sedangkan organisme yang tersusun dari banyak sel
disebut organisme bersel banyak atau multiseluler.
3)
Organisasi tingkat jaringan
Sel merupakan kesatuan bentuk kehidupan (teori sel). Di dalam tubuh organisme multiseluler terdapat banyak sel yang berbeda
bentuk dan fungsinya. Sel-sel yang sama bentuk dan fungsinya membentuk kelompok yang disebut jaringan.
Untuk dapat
membentuk suatu jaringan, sel mengalami perubahan bentuk dan fungsinya. Sel-sel
yang mengalami perubahan biasanya pada jaringan embrionel, misalnya jaringan
meristem pada titik tumbuh suatu tumbuhan membentuk jaringan epidermis, jaringan pembuluh, dan
lain-lain.
4)
Organisasi tingkat organ
Jaringan
sebagai suatu organisasi sel belum dapat berfungsi dalam tubuh organisme jika
tidak bekerja sama dengan jaringan yang lain, jantung misalnya harus dilengkapi
dengan jaringan otot, jaringan saraf, jaringan darah, jaringan ikat, dan jaringan epitel.
Jaringan-jaringan tersebut bekerja sama agar
jantung dapat bekerja dengan baik. Jantung adalah organ atau alat tubuh.
5)
Organisasi tingkat individu
Dalam tubuh
kita terdapat berbagai macam sistem organ. Seluruh sistem itu saling berinteraksi
melaksanakan suatu fungsi dalam tubuh makhluk hidup. Makhluk hidup yang
terdiri atas berbagai sistem organ disebut satu individu.
6)
Organisasi tingkat populasi
Kita
dikelilingi berbagai jenis makhluk hidup yang bermacam-macam, misalnya ayam,
mangga, pepaya, kambing, dan lain-lain. Populasi merupakan tingkatan organisasi yang terdiri atas sekelompok individu sejenis yang menempati ruang dan waktu
yang sama.
7)
Organisasi tingkat ekosistem
Makhluk hidup
hanya dapat hidup di tempat-tempat dengan syarat-syarat tertentu untuk
hidupnya, misalnya bakaubakau tumbuh di pantai, lumut hidup di tempat-tempat
lembap, dan pohon kurma hidup di
tempat-tempat kering.
8)
Organisasi tingkat bioma
Semua
komunitas biotik berhubungan dengan komunitas biotik lain di sekelilingnya.
Demikian pula ekosistem berhubungan dengan ekosistem lain di sekelilingnya.
Ekosistem hutan berhubungan dengan
ekosistem sungai. Ekosistem sungai berhubungan dengan
laut. Dengan demikian, semua ekosistem di bumi ini saling berhubungan, sehingga
bumi merupakan suatu ekosistem besar disebut juga biosfer.
E.
Kerja Ilmiah (Metode Ilmiah & Sikap Ilmiah)
Metode Ilmiah adalah cara atau tahapan tertentu yang harus dikerjakan oleh seorang
ilmuan dalam malakukan suatu penelitian.
Tahapan metode
ilmiah diawali dengan menemukan masalah, mengajukan hipotesis, variable
penelitian, melakukan percobaan, menarik kesimpulan.
- Menemukan Masalah
o Untuk menenmukan masalah diawali dengan suatu pertanyaan
o Pertanyaan timbul dari gejala- gejala alam.
Contoh :
Gejala alam : Orang Eropa lebih tinggi di banding
orang Indonesia.
Pertanyaan : Mengapa orang indonesia lebih pendek
dari orang Eropa.
- Mengajukan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara atas rumusan
masalah.
Hipotesis diperoleh dari penelitian sebelumnya atau
dari teori yang telah ada.
Contoh :
Hipotesis
untuk rumusan masalah diatas adalah asupan gizi mempengaruhi postur tubuh
manusia.
- Melakukan Percobaan
o Sebelum melakukan percobaan perlu ditentukan alat dan bahan serta
variabel penelitian.
o Penggunaan alat dan bahan
mempengaruhi hasil penelitian
Contoh :
Untuk mengukur berat porsi makanan digunakan
timbangan elektrik.
- Variabel Penelitian (faktor yang berpengaruh yang memiliki nilai dan
dapat diubah)
o
Variabel bebas adalah faktor yang dibuat bervariasi
o
Variabel terikat adalah faktor yang muncul akibat
variabel bebas
o
Variabel kontrol adalah faktor lain yang ikut
berpengaruh yang dibuat sama dan terkendali.
Contoh
:
Pengaruh
Gizi Terhadap Postur Tubuh Manusia
o
VB
: Asupan gizi (sebab)
o
VT
: Postur tubuh (akibat)
o
VK
: Istirahat, olahraga, Aktivitas dll (perlakuan yang sama)
- Menarik
kesimpulan
o Kesimpulan
berisi hasil percobaan yang dilakukan.
o Kesimpulan dapat
mendukung atau tidak mendukung hipotesis.
Jika kesimpulan percobaan adalah “gizi
berpengaruh terhadap postur tubuh manusia“ berarti mendukung hipotesis dan
sebaliknya.
o Dapat membedakan fakta dan opini
o Berani dan santun
o Mengembangkan keingintahuan
o Kepedulian terhadap lingkungan
o Berpendapat secara ilmiah dan kritis
o Jujur terhadap fakta
o Disiplin dan tekun
o Bekerja sama
v Menyusun Proposal Penelitian
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
B.
Tujuan
Penelitian
C.
Rumusan
Masalah
D.
Batasan
Masalah
E.
Hipotesis
F.
Manfaat
Penelitian
BAB II KAJIAN
TEORITIS
BAB III METODE
PENELITIAN
A.
Jenis
dan Pendekatan Penelitian
B.
Kehadiran
Peneliti Dalam Lapangan
C.
Tempat
dan Waktu Penelitian
D.
Populasi
dan sampel penelitian
E.
Deskripsi
variabel penelitian
F.
Jenis
Data dan Sumber Data
G.
Teknik Pengumpulan Data
H.
Prosedur Penilitian
I.
Metode dan Teknik Analisis Data
DAFTAR PUSTAKA
v Laporan Ilmiah
o Proposal Penelitian
ditambah Hasil Penelitian (Data Kuantitatif dan Data Kualitatif)
o Analisis Data
Hasil Penelitian
o Pembahasan Hasil
o Kesimpulan dan
Saran
v Menyajikan Data
o
Data
Kuantitatif (berupa angka) dalam bentuk Diagram, Tabel atau grafik.
o
Data
Kualitatif (dalam bentuk skema atau
uraian data).
F.
Manfaat Kita Mempelajari Biologi
Dengan
berkembangnya berbagai cabang biologi akan semakin bertambah besar peluang
manfaat yang disumbangkan oleh biologi, antara lain.
- Memberikan pemahaman lebih mendalam kepada diri
seseorang yang dapat diterapkan sebagai dasar untuk meningkatkan taraf hidupnya.
- Memberikan pengetahuan akan berbagai sumber
daya hayati yang bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan hidup manusia.
- Memberikan
rangsangan pada manusia untuk melakukan diversifikasi pemanfaatan sumber daya
hayati sehingga diperoleh sumber baru yang berbeda.
- Memberikan
pengetahuan untuk melakukan konservasi
terhadap sumber daya hayati agar tidak punah.
No comments:
Post a Comment